Sunday, October 9, 2011

Kamus Gaul Bahasa Senayan

Layaknya operasi kejahatan, banyak kode buat menyembunyikan transaksi gelap di gedung Dewan Perwakilan Rakyat. Kode ini umumnya hanya bisa dipahami sesama anggota Dewan-walau orang lain sebenarnya bisa menduga maknanya.

Kode antar anggota Dewan

Gini-gini aja nih?
-diucapkan kalau tak ada tanda bakal ada kucuran uang.

Lagunya apa, Bagimu Negeri?
-ditanyakan sebelum proyek: ada uang atau tidak. Bagimu Negeri merujuk pada proyek yang tak berduit karena bait dalam lagu itu berbunyi "Kami mengabdi...".

Kok puasa terus, kapan bukanya?
-diucapkan kalau tak ada tanda bakal ada kucuran uang.

Hitungannya jago, tambah-tambahan hebat, tapi membaginya kurang pintar...
-menyindir pejabat yang tak pernah membagi duit.

Mana nih air zamzam-nya?
-menanyakan kucuran uang.

Berapa meter kirimannya?
-meter dipakai menggantikan kata "miliar".

Kok kuenya pahit, kurang manis nih...
-protes karena jumlah duit yang dibagikan kurang.

Nah, begitu lho, makanannya enak-enak. Kami suka sekali dengan kiriman Anda kemarin...
-puas dengan kiriman duit.

Ada makan siang, mau ikut enggak?
-memberi tahu ada proyek yang akan digarap.

Lagi ketemu pasien
-anggota Dewan sedang bernegosiasi dengan pejabat atau pengusaha.

Kode dari penyetor uang (pengusaha/pejabat)

Kami sudah kirim lima bola, bisa untuk main sama teman-teman
-setoran duit Rp 500 juta.

Ada kiriman buku dari Amerika. Maaf, di dalamnya ada tiket nonton jazz 10 lembar
-ada kiriman amplop berisi US$ 10 ribu.

(mantapp,...gan?!!!! perlu juga di realisasikan pd anak cucu kita dr segi bahasa juga cara lobinya biar selalu kaya lbh dr 8 turunan ini,.. huehehehe... )

No comments:

Post a Comment